"Lihat awan itu?"
"Ya, tidak jernih. Kotor."
"Kamu melihat yang mana? Yang saya lihat sangat jernih, indah, tenang."
"Tentu ke arah yang kamu tunjuk."
Si peri menatap kawannya, bingung. Apakah kita melihat hal yang sama?
"Lihat? Sepertinya sebentar lagi mau hujan. Awan itu sudah menggumpal, hitam. Atau mungkin sudah terlalu lama dia berkutat disitu dengan para bayangan."
"Kamu benar. Awan itu hitam."
Lalu berkata sekali lagi pada Langit,
"Lalu kenapa kamu biarkan..?"
"Karena sebagian dari diriku jatuh, terus berjatuhan."
No comments:
Post a Comment